System Update Available: Mengapa Kita Rajin Update Aplikasi tapi Malas Upgrade Diri?

Setiap kali ada notifikasi di smartphone bertuliskan “System Update Available” atau “Update Your Apps”, apa yang biasanya kita lakukan?

Sebagian besar dari kita akan segera mencari Wi-Fi dan menekan tombol Update. Alasannya sederhana: kita ingin fitur terbaru, kita ingin tampilan lebih segar, dan kita ingin menambal celah keamanan (security patch) agar HP tidak lemot atau kena virus.

Kita tidak mau menggunakan aplikasi versi tahun 2010 di tahun 2024. Pasti tidak kompatibel, sering crash, dan ditinggalkan zaman.

Namun, sebagai pendidik dan pengamat teknologi, saya melihat ironi yang besar.

Kita begitu takut HP kita ketinggalan zaman, tapi kita sering membiarkan “Sistem Operasi” diri kita terjebak di versi lama.

Bahaya Menjadi “Deprecated” (Usang)

Dalam pemrograman, ada istilah Deprecated. Ini adalah status untuk fitur atau kode yang sudah usang, tidak lagi disarankan untuk dipakai, dan sebentar lagi akan dihapus.

Manusia pun bisa mengalami fase Deprecated.

  • Guru yang cara mengajarnya masih sama seperti 20 tahun lalu, padahal muridnya sudah Gen Z.
  • Profesional yang enggan belajar skill baru (seperti AI), padahal industri berubah cepat.
  • Pribadi yang kualitas ibadah dan sabarnya segitu-gitu saja dari dulu, tidak ada peningkatan.

Jika kita tidak melakukan Upgrade, kita akan menjadi tidak relevan. Dunia terus berputar, tantangan semakin kompleks, tapi “spesifikasi” mental dan ilmu kita masih Pentium 4. Akibatnya? Kita akan merasa berat, sering mengeluh, dan akhirnya “hang”.

Apa yang Perlu di-Upgrade?

Sebagai “Human Developer”, kita perlu rutin mengecek 3 sektor utama:

  1. Upgrade Knowledge (Database Wawasan): Dulu saya desainer grafis (1996), lalu jadi analis sistem (2000), lalu jadi guru (2013). Jika saya berhenti belajar di tahun 1998, mungkin karier saya sudah tamat. Bacalah buku, ikut kursus, dengarkan podcast berbobot. Jangan biarkan otak kita low memory.
  2. Upgrade Skill (Fitur Baru): Jangan puas dengan kemampuan yang ada. Tambahkan fitur baru dalam diri Anda. Bisa public speaking, bahasa asing, atau manajemen emosi.
  3. Upgrade Iman (Security Patch): Ini yang terpenting. Semakin tua, godaan bukan semakin sedikit, tapi semakin canggih. Kita butuh “Antivirus” (iman) versi terbaru untuk menangkis virus kesombongan, keputusasaan, dan kelalaian.

Klik Tombol “Install Now”

Sahabat sekalian. Hidup ini adalah proses loading bar yang terus berjalan. Jangan menunda tombol “Update” pada diri sendiri.

Jangan sampai kita mati dalam keadaan masih “Versi Beta” atau versi penuh bug. Mari kita upayakan agar setiap hari, kita menjadi Versi Terbaik (Stable Release) dari diri kita sendiri.

Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Itu adalah definisi System Update yang sesungguhnya dalam ajaran agama.

Sudahkah Anda upgrade diri hari ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *