Di pelajaran dasar Sistem Komputer kelas 10, hal pertama yang saya ajarkan kepada siswa adalah siklus kerja komputer: Input $\rightarrow$ Process $\rightarrow$ Output.
Komputer itu alat yang sangat jujur. Dia tidak punya perasaan, dia hanya mengikuti logika. Dari sinilah lahir istilah legendaris di dunia IT: GIGO (Garbage In, Garbage Out).
Artinya: “Sampah yang Masuk, Sampah pula yang Keluar.”
Jika Anda memasukkan data yang salah ke dalam Excel, rumus secanggih apa pun akan menghasilkan angka yang salah. Jika Anda menulis coding yang berantakan, aplikasinya pasti buggy atau error. Komputer tidak bisa menyulap sampah menjadi emas.
Sering kali, saat hidup kita terasa “Error”—rezeki seret, hati gelisah, keluarga tidak harmonis, anak sulit diatur—kita sibuk menyalahkan takdir (Output). Padahal, menurut hukum GIGO, kesalahan terbesar biasanya terletak pada apa yang kita masukkan (Input).
1. Input Makanan (Hardware Fuel)
Bagi komputer, listrik yang tidak stabil akan merusak komponen. Bagi manusia, makanan adalah sumber energi.
Bukan hanya soal gizi, tapi soal Halal dan Haram.
Dalam keyakinan kita, daging yang tumbuh dari harta yang haram (korupsi, riba, menipu) akan membuat hati menjadi keras dan doa sulit menembus langit. Jangan harap Output anak yang shaleh jika Input nafkahnya bersumber dari “Garbage” (sampah/haram).
2. Input Informasi (Software Data)
Apa yang kita baca, tonton, dan dengar setiap hari adalah data yang sedang kita input ke dalam otak.
- Jika tiap hari kita mengonsumsi gosip artis $\rightarrow$ Output-nya kita jadi nyinyir.
- Jika tiap hari kita menonton konten pamer kekayaan $\rightarrow$ Output-nya kita jadi tidak bersyukur dan insecure.
- Jika tiap hari kita membaca keluhan di medsos $\rightarrow$ Output-nya kita jadi pesimis.
Otak kita tidak bisa memproses kebahagiaan jika bahan bakunya adalah data-data negatif. Itu mustahil secara algoritma.
3. Memperbaiki Algoritma Hidup
Berbeda dengan komputer yang pasif, manusia punya kehendak bebas (Free Will) untuk memilih Input.
Jika hari ini Anda merasa Output hidup Anda sedang tidak baik-baik saja, berhentilah sejenak untuk debugging (mencari kesalahan):
- “Apakah rezeki yang saya bawa pulang sudah bersih?”
- “Apakah tontonan saya semalam bermanfaat?”
- “Apakah teman nongkrong saya memberi inspirasi atau cuma mengajak buang waktu?”
Penutup
Sahabat dan siswa sekalian.
Rumus kehidupan itu adil dan presisi. Tuhan tidak akan mendzalimi hamba-Nya.
Jika kita menginginkan Output hidup yang berkualitas—kebahagiaan, ketenangan, kesuksesan—maka pastikan kita hanya memasukkan Input yang berkualitas pula.
Ingat: Gold In, Gold Out. Masukkan kebaikan, maka kebaikanlah yang akan kembali kepada Anda.
