CPU Usage 100%: Bahaya Multitasking dan Seni Menutup “Background Process”

Di era modern ini, kemampuan Multitasking (mengerjakan banyak hal sekaligus) sering dianggap sebagai kehebatan.

  • Menyetir sambil balas chat.
  • Makan siang sambil rapat Zoom.
  • Shalat sambil memikirkan pekerjaan.

Kita merasa produktif. Padahal, dari sudut pandang teknis komputer, apa yang kita lakukan itu justru membebani sistem.

Sebagai orang IT, kita tahu apa yang terjadi jika Task Manager menunjukkan CPU Usage 100% dan RAM penuh. Akibatnya: Komputer jadi panas, kipas berbunyi kencang, kinerja melambat (lagging), dan puncaknya bisa hang atau not responding.

1. Mitos Multitasking

Sebenarnya, prosesor komputer (terutama single core) tidak benar-benar melakukan dua hal bersamaan. Ia hanya berpindah-pindah tugas (switching) dengan sangat cepat.

Setiap kali berpindah tugas, ada harga yang harus dibayar: energi terbuang dan fokus terpecah. Manusia pun begitu. Saat kita mencoba mengerjakan segalanya sekaligus, kita tidak sedang menjadi efektif; kita sedang memecah konsentrasi menjadi serpihan-serpihan kecil yang tidak bertenaga.

Hasilnya? Lelah mental (burnout), tapi pekerjaan tidak ada yang tuntas maksimal.

2. Khusyu’: The Ultimate Single Thread

Dalam agama, kita diajarkan konsep Khusyu’. Bagi saya, Khusyu’ adalah mode Single Threading atau Dedicated Process.

Saat shalat, seharusnya kita menekan tombol “End Task” untuk semua aplikasi duniawi di kepala kita.

  • Tutup jendela “Pekerjaan Kantor”.
  • Tutup jendela “Masalah Rumah”.
  • Tutup jendela “Notifikasi Medsos”.

Fokuskan seluruh resource CPU (otak) dan RAM (hati) hanya untuk satu koneksi: Tuhan.

Sayangnya, sering kali fisik kita menghadap kiblat, tapi “Background Process” di otak kita masih berjalan kencang memikirkan cicilan atau deadline. Pantas saja setelah shalat hati tidak tenang, karena resource kita habis dimakan proses latar belakang tadi.

3. Close All Apps

Mulai hari ini, mari kita belajar memanajemen Task Manager kehidupan kita.

  • Saat sedang bersama keluarga, taruh HP. Jadilah ayah/suami yang hadir utuh.
  • Saat sedang bekerja, fokus bekerja. Jangan diselingi belanja online.
  • Saat sedang beribadah, lupakan dunia.

Jangan biarkan hidup kita mengalami CPU Throttling (penurunan performa karena kepanasan). Izinkan diri kita beristirahat dengan menutup aplikasi-aplikasi yang tidak perlu.

Hidup yang tenang bukan tentang seberapa banyak yang bisa kita kerjakan, tapi seberapa sepenuh hati kita saat mengerjakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *